
- As Bland As It Could Get -

Emily Jenkins (Renee Zellweger) adalah seorang social worker dengan jadwal kerja yang padat dengan berbagai macam kasus kid abuse yang ia hadapi setiap harinya. Sang boss kerap memberikannya kasus demi kasus meskipun beberapa diantaranya belum selesai sama sekali. Kasus terakhirnya, yang ke-39, melibatkan seorang anak perempuan bernama Lilith (Jodelee Ferland) yang disiksa oleh sang ayah Edward (Callum Keith Reenie) dan si ibu Margaret (Kerry O’Malley). Emily yang merasakan bahwa kasus ini lebih runyam daripada biasanya, bersikeras untuk menyelidiki keadaan rumah Lilith yang janggal tersebut. Sampai suatu hari, Emily menyelamatkan Lilith sebelum ia dibunuh oleh ayah dan ibunya. Sang orangtua pun dimasukkan ke dalam rumah tahanan untuk kemudian diselidiki. Emilypun bersedia menampung Lilith sampai keluarga asuh yang cocok datang untuk menjemputnya. Namun berbagai macam kejadian aneh mulai timbul dan memakan berbagai korban jiwa. Seperti yang ibunya, Margaret bilang. “People dies around her. They just, die.”
Renee Zellweger adalah salah satu aktris favorit gw. Mulai dari Jerry Maguire, Nurse Betty, Chicago, Bridget Jones, hingga Miss Potter. Ia mampu bermain dengan prima dan charming, membuat gw ketagihan nonton film-filmnya. Genre horror bukanlah genre yang asing bagi Renee. Ia memulai karirnya dengan bermain di film Texas Chainsaw Massacre bersama dengan Matthew McConaughey. Namun akhir-akhir ini, ia mengalami degradasi dalam permainan aktingnya. Juga dalam berbagai proyek-proyek film yang ia ambil. Coba tengok New In Town yang “Mediocre at best” dan My One and Only yang mudah dilupakan semua orang. Hal ini kembali terbukti dalam film yang sangat-sangat standar ini. Sangat-sangat standar.
Cerita tentang anak kecil pembawa malapetaka bukanlah hal yang baru di genre horror. Mulai dari yang paling terkenal seperti Rosemary’s Baby hingga yang baru-baru ini muncul seperti Orphan. Entah mengapa, produser-produser di Hollywood sepertinya tertarik untuk menstimulan rasa takut yang dibawakan oleh bocah cilik bertampang innocent. Gadis cilik pembawa horror berikutnya disini dibawakan oleh Jodelle Ferland, yang juga bermain serupa sebelumnya di Silent Hill. Namun kemampuan aktingnya tidak terlalu terasa disini. Ia begitu robotic dan artificial. Hal yang sama juga dilakukan oleh Renee. Disini ia seperti tidak berusaha untuk berakting sama sekali. Performanya sangat tidak kerasa dan permainannya sangat tidak believeable. Transisinya dari seorang social worker yang berdedikasi ke seorang wanita yang ketakutan sangat tidak logis dan meyakinkan. Permainan yang lumayan diberikan oleh sang orang tua (Callum & Kerry) yang tampil sangat misterius dan disturbed. Bradley Cooper saat pembuatan film ini masih relatively unknown, sehingga porsi karakterknya tidak bisa dibilang banyak.
Film ini sangat setia pada tradisi film-film horror kontemporer, termasuk penggambilan gambar yang sok-sok creepy tapi sudah pernah dilakukan di berpuluh-puluh film horror lainnya, dan juga momen-momen mengejutkan yang begitu mudah ditebak. Yang patut disialkan juga adalah jeleknya efek yang digunakan. Meskipun film ini diproduksi pada tahun 2006, itu bukanlah alasan untuk menampilkan efek yang begitu cheap dan tidak mengerikan sama sekali. Iringan musiknya cukup mampu membangun atmosfer, namun bagi penggila film horror, hal ini tidak akan terlalu efektif karena momen-momen mengejutkannya sudah bisa ditebak kapan dan bagaimana keluarnya.
All and all, film ini gak bisa terlalu gw rekomendasiin karena terlalu banyak cacat yang terasa disana sini. Ada beberapa momen yang bisa bikin takut, namun eksekusinya sudah pernah dilakukan dengan lebih baik di beberapa film sebelumnya. Semoga saja Renee Zellweger akan lebih selektif dalam memilih proyek-proyek film berikutya karena film ini sangat-sangat standar.Verdict : 5/10
No comments:
Post a Comment