Ponyo adalah seekor ikan mas ajaib yang terlahir di dalam laut. Ayahnya adalah veteran manusia yang menikah dengan seorang dewi laut yang membuatnya mampu hidup di dalam air. Sang ayah memilih kehidupan ini setelah muak dengan kebiasaan manusia yang mengotori lingkungannya. Ponyo adalah yang tertua dari berpuluh-puluh saudari. Suatu hari, rasa ingin tahunya membawanya mendekat ke daratan. Sebelum ia mampu sampai di daratan dengan selamat, ia "nyangkut" di dalam sebuah botol dan terbawa sampai ke pesisir. Ia ditemukan oleh Sousuke, seorang bocah berumur 5 tahun. Sousuke memecahkan botol itu dan tanpa sengaja melukai jarinya. Pertamanya Sousuke menganggap Ponyo sudah meninggal, namun Ponyo menjilat darah di jempol Sousuke dan menyembuhkannya. Terkejut, Sousukepun membawanya kembali ke daratan dalam sebuah ember hijau. Sang ayah pun berusaha mati-matian untuk membawa Ponyo kembali ke lautan. Usaha sang ayah berhasil, ketika Sousuke lengah membuat Sousuke menjadi murung dan sedih. Ponyo pun semakin ingin tinggal di daratan setelah berkenalan dan menjilat darah Sousuke yang memberinya kemampuan untuk menjadi manusia(setidaknya berkaki dan bertangan). Dibantu adiknya, ia berhasil kembali ke daratan. Namun hal ini mampu merusak keseimbangan antara dunia laut dan dunia di daratan, yang membawa efek sangat besar di lingkungan mereka.
Animasi 2D adalah sebuah barang yang sangat langka di sebuah bioskop. Tahun ini, setelah lima tahun berselang, muncul dua film animasi 2D yang berasal dari dua produksi besar. The Princess And The Frog adalah fitur animasi Disney yang pertama sejak Home on The Range gagal di pasaran tahun 2004 lalu. Ponyo atau Ponyo On The Cliff adalah fitur animasi Ghibly berikutnya setelah Howl's Moving Castle dan Spirited Away yang membawa pulang oscar untuk animasi terbaik pada tahun 2002. Gaya penggambaran Hayao Miyazaki memiliki ciri khas anime yang tidak dimiliki oleh disney. Gaya penggambaranya terkesan lebih detail dan kaya dibandingkan yang diproduksi oleh Disney lewat Princess and The Frog. Banyak sekali momen momen yang breathtaking sepanjang film ini.
Ada satu scene dimana Ponyo berlari diatas gulungan gulungan air berbentuk ikan untuk mengejar Sousuke setelah ia berhasil menjadi manusia. Gulungan-gulungan air itu sebenarnya adalah adik-adik Ponyo yang menggunakan sihirnya untuk membantu sang kakak. Penggambaran scene ini begitu amazing dan imajinatif. Jarang sekali adegan badai yang digambarkan dengan 2D terasa begitu imajinatif dan destruktif dalam waktu yang sama. Opening scenenya juga sangat eye-catching dan unusual dalam usahanya menggambarkan suasana dalam laut yang begitu berwarna-warni dan kaya akan imajinasi. Sangat breathtaking .
Ada banyak momen hangat di sepanjang film ini. Seperti saat Ponyo dan Sousuke bertemu dengan sepasang suami istri saat sedang mencari Lisa di tengah lautan. Juga akan besarnya rasa kerjasama antara penduduk dalam mencari para penduduk lain yang hilang sepanjang badai. Humor-humor dibangun dengan tingkah laku Ponyo yang begitu polos dan kocak. Suaranya saja sudah mengundang senyum gw sepanjang menonton film ini. Begitu banyak pesan yang sangat dalam dan menyentuh sepanjang film ini yang bisa kita ambil. Rasa kerjasama, persahabatan, dan cinta tersebar sepanjang film yang simpel, mudah dimengerti, namun bermakna dalam ini.Alunan musik di sepanjang film-film Studio Ghibly selalu mengena dan pas dengan nuansa filmya itu sendiri. Sepanjang film ini, terdengan alunan musik yang soft, enerjik dan ecclectic. Lagu pembukanya dibawakan dengan sangat haunting dan memorable begitu pula dengan versi anak kecil yang sempat menjadi hits di Jepang sendiri.

Verdict : 8/10

No comments:
Post a Comment